Blockchain Game – Makin Marak yang Meramaikan

Sekarang ini, trend developer yang ikut bermain pada blockchain game mengalami peningkatan. Hal ini terbukti dengan para investor game yang menerima banyak proposal dalam pembuatan blockchain game.

Pada kuartal pertama tahun 2022 berdasarkan data dari Drake Star tahun 2022, sepertiga dari total keselurahan investasi dalam industri game mencapai US$ 1, 2 milliar telah dikeluarkan di 128 perusahaan yang terkait dengan blockchain.

Dari GameBeat Summit 2022, sebanyak 50% – 90% dari proposal yang diterima oleh venture capital, terdapat proposal yang berkaitan dengan blockchain game.

Thibaud Morin selaku Managing Partner and Level Up dari venture capital yang terletak di Eropa memberitahukan, 60% proposal yang diterima dari startup yang berasal dari Eropa selalu tekait dengan blockchain game.

Banyak pada CEO perusahaan game yang telah membuat ulang proposal mereka agar elemen web 3 bisa terdapat di dalamnya. Hal ini disebabkan karena semua yang berkaitan dengan web 3 sedang tren dan diprediksi akan meningkat pada masa yang akan datang.

Namun web 3 tidak mendukung pada semua game yang ada layaknya blockchain dan Non-Fungible Token (NFT). Oleh sebab itu, adanya kecemasan bila nantinya para pengembang menggunakan web 3 hanya demi mengikuti tren yang ada dan melupakan gameplay dari game milik mereka.

Dibuatnya Climate Replay

Di akhir April 2022, Digital Ownership Pledge telah dirilis oleh Climate Replay. Dari situ, Climate Replay telah memperingatkan pihak pengembang game dari dampak yang ditimbulkan NFT pada lingkungannya.

Agar komunitas game menjadi lebih baik dan ramah lingkungan, sejumlah syarat yang dibuat Climate Replays harus dipenuhi untuk pengembang yang mau game dan NFT dapat saling berintegrasi. Salah satu yang menjadi syaratnya yaitu sebelum pengembang membuat NFT, mereka diwajibkan untuk memastikan NFT dan blockchain mempunyai keuntungan untuk para komunitas dan gamers yang memainkan game tersebut.

Tidak hanya itu, Climate Replay juga mengingatkan agar para pengembang tidak memanfaatkan para pemain untuk dieksploitasi khususnya early adopters. Piihak pengembang juga diminta untuk tidak bergantung pada cryptocurrency dikarenakan tidak stabil.

Industri Game yang Kian Meningkat di Israel

Tidak hanya developer game bermain pada blockchain game yang mengalami peningkatan, industri  game di Israel juga belakangan ini semakin meningkat.

Walaupun industri game dan esport merupakan industri yang relative baru, namun perkembangannya semakin pesat. Terlihat peluang bisnis yang begitu besar dari game yang ada yang akan membuat industri ini akan berkembang.

Walaupun otoritas setempat belum memberikan dukungan secara maksimal pada industri game dan esport terlebih esport kompetitif, Israel menjadi kawasan yang memiliki perusahaan kelas dunia seperti Plarium, Playtika, dan CrazyLabs.

Walaupun perkembangannya cukup lambat dibandingan kawasan lain, namun laporan dari GameIS menyebutkan game buatan developer asal Israel telah masuk dalam top 10 game yang popule bila dilihat dari jumlah download serta penghasilan yang didapatkan.

Ditahun 2021, sebanyak 200 perusahaan yang fokus pada industri game telah memiliki pegawai yang mencapai 14 ribu karyawan dengan pendapatan hingga USD 9 miliar. Hal ini tentu saja merupakan efek dari ekosistem yang berkembang, kemampuan yang tinggi serta aspek lain seperti pemasaran, analisis data dan pemantauan.

Namun dari pesatnya perkembangan game yang dialami terdapat salah satu hambatan dari game Israel yang telah populer. Menurut ketua GameIS, Guy Ben-Dov menerangkan satu masalah utama dari game Israel adalah image gaming dari developer asal Israel umumnya mengembangkan game judi.

Meskipun demikian, dalam beberapa tahun belakangan industri game telah mengalami perkembangan yang pesat serta telah berekspansi pada perangkat mobile yang membutuhkan biaya relative rendah serta proses yang pendek dalam mengembangkannya.

Perlu diketahui, di Israel bila sebuah game dirasa telah cukup bagus game tersebut akan memiliki exposure yang diikuti dengan cukup tingginya penghasilan yang didapatkan. Pada saat bersamaan, proses akan jadi otomatis dalam aspek pemasaran dan kemampan untuk bisa menguasai semua hal tersebut disebut pemimpin dunia.

Ido Brosh selaku presiden Asosiasi Esports mengungkapkan, terdapat 99% amatir player dan hanya 1% Pro Player yang terdapat di Israel. Terdapat hanya dua klub gaming di Israel yang tetap eksis seperti klub olahraga pada umumnya dengan mendanai pemain serta pelatihannya.

Meskipun tidak memiliki banyak klub gaming, namun telah berhasil memiliki gamer kelas dunia yaitu Tal “Fly” Aizik yang merupakan seorang gamer DOTA 2 yang telah berhasil mendapatkan USD 2,5 juta dari kompetisi yang ikutinya.

Akan tetapi Brosh memiliki tanggapan lain karena Tai Aizik dinilai sebuah pengecualian dikarenakan tidak didukung oleh pemerintah setempat seperti olahraga lain. Mereka masih mempercayai bila olahraga yang sebenarnya diperlukan kesehatan, mental yang baik, kemampuan motorik serta aktivitas fisik yang baik.

Industri esport di Israel mendapatkan dana dari sponsor komersial dimana mereka mengerti potensi akan industri game yang bisa mengumpulkan para penonton muda dari seluruh penjuru dunia. Brosh sendiri tidak mengerti kenapa negaranya tidak mau berinvestasi pada industri game khususnya esport yang bisa menguntungkan pada ekonomi Israel kelak di masa depan dengan penghasilan yang tinggi, meningkatnya kunjungan wisata.