Call of Duty: Update Wild Dogs Season 4

Call of Duty: Mobile Season 3 telah berakhir dan sekarang telah masuk pada Season 4 dengan tema Wild Dogs. Pembaruan dihadirkan melalui beberapa fitur yang dikembangkan oleh Activision.

Pada season kali ini banyak hal baru yang mengalami perkembangan diantaranya, mode permainan, perlengkapan perang, map permainan, senjata dan juga modifikasi senjata. Semua ini dikemas dalam fitur bernama battle pass yang dibarengi dengan operator serta blueprint.

Berikut ini beberapa pembaruan yang telah dilakukan Activison, diantaranya:

  1. Map Dengan Tema Kota di Gurun Pasir, Khandar Hideout

Para pemain bisa memainkan map baru yang mengambil latar dari Call of Duty: Modern Warfare. Map ini memliki tiga jalu dengan ciri khas pada pasirnya dengan nama Khandar Hideout.

Pada map ini sering terjadi peperangan yang cepat serta tembak menembak dimana-mana yang suka terjadi di map yang sempit layaknya Khandar Hideout. Pemain bisa merasakan berbagai macam mode pada map terbaru ini.

  1. Map Gurun Pasir Afrika, Satelite

Masih mengambil tema gurun pasir, map kali ini diambil dari Call of Duty: Black Ops Cold War dengan nama Satelite. Walaupun memiliki kesamaan peperangan di tempat yang gersang, namun map ini memiliki latar Gurun Afrika tengah yang terletak di Mongolia.

Area yang dimilikinya sangat luas menyebabkan pemain harus bermain dengan utilitas yang tinggi dengan battle royale. Dengan luasnya map ini pemain bisa memanfaatkan tiap sudut dan celah untuk bisa memenangkan peperangan.

  1. Senjata Mematikan Terbaru, Koshka

Pada season 4 ini para pemain bisa langsung menggunakan senjata baru dengan tipe jarak jauh ini. Koshka merupakan senjata sniper yang mematikan dengan jarak tembak yang cukup jauh.

Kohka juga bisa diberikan aksesori tambahan pada seri battle pass dengan melakukan pembelian saat permainan sedang berlangsung. Dengan damage besar dan akurasi yang mudah diarahkan dengan beberapa tambahan Stippled Grip dan juga Round Extended Mag.

  1. Kali Sticks, Senjata Mele Terbaru

Senjata yag telah diperkenalkan pada CoD: Modern warfare dikenal memiliki tembakan yang cepat serta mobilitas yang tinggi. Selain itu, terdapat beberapa hal yang bisa dinikmati para pemainnya, diantaranya:

Hadiah Gratis

  • Contact Grenade pada level 14
  • Sniper Koshka pada level 21

Hadiah Premium Pass

Operator

  • Roach
  • Roze : Sand Dune
  • Ghost: Apparition
  • Sarah: Desert Sentinel

Blueprint Senjata

  • QXR – Sandpike
  • Koshka – Skiff Shot
  • AS VAL – Heat Shield
  • Swordfish – Arid Shroud

Sebanyak 3000 Orang Ikut Mengembangkan Call of Duty

Game peperangan yang satu ini memang masih menjadi pilihan bagi sebagian gamer yang menyukai game dengan genre FPS (First Person Shooter). Franchise game ini memang menjadi salah satu yang terpenting untuk Activision dalam mengembangkannya.

Faktanya, CoD menjadi salah satu franchise game terpopuler dan paling laris milik Activison. Game ini telah membantu Activison untuk mendapatkan penghasilan yang mencapai nilai tertinggi pada periode 2020-2021 lalu.

Franchise CoD juga telah menutup kegagalan dari game seri Vanguard yang telah dirilis pada tahun 2021 silam. Dalam menggarap CoD, Activision begitu serius untuk mendapatkan kepercayaan kembali dari para pemainnya.

Activison juga tidak tanggung-tanggung untuk menambah tenaga dalam pengembangan Call od Duty. Terhitung sudah ada lebih dari 3000 orang yang membantu dalam pengembangan franchise Call of Duty.

Dengan representasi 31% dari jumlah karyawan Activison yang sekarang ini sudah mencapai 9800 orang. Dari jumlah tersebut bisa dilihat hampir setengah  dari total pengembang Activison sekarang ikut menembangkan franchise Call of Duty.

Dengan banyaknya jumlah pengembang yang ikut serta dalam pengembangan game CoD dinilai menjadi proyek paling ambisius sepanjang sejarah CoD. Dari beberapa sekuel yang telah dirilis diantaranya ada Modern Warfare 2 serta Warzone.

Dengan latar dari laporan tahunan yang dimiliki, Activision menjelaskan mereka akan fokus kembali pada Modern Warfare. Kembalinya seri ini menjelaskan bahwa seri Modern Warfare yang paling sukses diantara seri lain dari Call of Duty.

Melalui reboot pada Modern Warfare 2019, CoD mau marasakan kembali momen kesuksesan yang diraih dari trilogy Modern Warfare yang disambut begitu antusian oleh para pemain setianya.

Dengan mengambil seri Modern Warfare kembali, Activison mengharapkan untuk bisa mendorong minat para fans serta gamers lainnya untuk dapat bermain kembali setelah sebelumnya mengalami penurunan angka pemain pada awal kuartal 2022.

Penurunan jumlah pemain yang dialami disebabkan karena buruknya angka penjualan yang didapatkan dari Call of Duty: Vanguard pada tahun 2021 silam. Melalui seri utama game-free-to-play Activison, sekuel game Call of Duty: warzone direncanakan akan dibuat ulang dari awal dan nantinya digadang-gadang memiliki perubahan yang sangat besar pada genre battle-royale.

Activion menjelaskan rencana mereka pada Warzone 2 diantaranya yaitu integrase game serta implementasi pada engine beru.

Mereka menambahkan akan ekspansi sekuel Warzone dalam platform mobile. Activison menjanjikan akan memberikan game dengan kualitas terbaik yang membuat pengalaman pemainnya berbeda yaitu dengan battle-royale yang dibuat dengan skala yang besar.