Karyawan Tencent Company Kena PHK Massal

Karyawan Tencent Gaming dan Fintech dari Tencent Holding Company harus merasakan pemecatan oleh perusahaannya dikarenakan buruknya pendapatan pada kuartal pertama tahun ini. Hal ini diakibatkan karena pandemi Covid dan peraturan yang semakin ketat di Tiongkok membuat industri game makin terpuruk.

Pemecatan karyawan terjadi pada Maret lalu berasal dari karyawan yang berada dibawah naungan Interactive Entertainment Group (IEG). Total karyawan yang di PHK mencapai 10% dari total karyawan Tencent yang masih aktif bekerja.

Regulasi pemerintah Tingkok dinilai semakin ketat pada industri game besar yang berdampak pada para pekerjanya.

Setelah satu tahun tidak memberikan izin pada perusahaan game, pada akhirnya pemerintah Tiongkok kini telah memberikan izin untuk merilis bermacam-macam game. Akan tetapi, tidak ada satupun game dari Tencent maupun NetEase dari 45 game yang mendapatkan izin.

Karantina ketat masih diberlakukan pemerintah Tiongkok pada sejumlah kota seperti Shanghai yang menjadi penyumbang Gross Domestic Product (GDP) paling besar bagi Tiongkok.

Penghasilan Tencent yang mengalami penurunan pada kuartal pertama tahun 2022 telah dilaporkan pada minggu lalu. Penurunan penghasilan yang mereka alami cukup besar yang mencapai 51% dari tahun 2021 sebesar $3,46 miliar.

Sebanyak 135 miliar Yuan yang didapat merupakan lambatnya pertumbuhan yang dialami sejak Initial Public Offering (IPO) sejak 2004. Tencent mengungkapkan mereka mengalami penuruan pendapatan akibat dari pandemi yang melanda serta peraturan yang semakin ketat pada sektor teknologi.

Penurunan pendapatan juga dirasakan tidak hanya pada industri game namun industri iklan. Tidak hanya itu saja, ketatnya perizinan dari pemerintah Tiongkok juga berdampak industri streaming.

Streamer hanya boleh melakukan livestreaming hingga jam 10 malam. Dan bagi pengguna internet di bawah 18 tahun harus memiliki izin orang tua ataupun wali bila ingin berdonasi untuk streamer.

Belum lama ini, peraturan juga ditingkatkan pada National Radio and Television Administration (NRTA) tentang penyiaran konten game pada platform streaming di pertengahan April.

Lockdown dan Peraturan Baru Penyebab Penghasilan Tencent Menurun Tajam

Pendapatan yang hanya meningkat 0,1% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar USD 20,11 miliar atau sekitar Rp. 294 triliun. Terdapat dampak langsung dan tidak langsung dari peraturan perlindungan anak dan remaja pada tahun lalu yang berdampak pada pengguna aktif dan berbayar.

Penghasilan dari iklan online juga menurun hingga 18% di kuartal awal tahun ini yang menjadi penghasilan utama dari bisnis Tencent. Semenjak tahun 2021, pemerintah telah meningkatkan aturan yag mengatur konten game yang ditayangkan online dan juga tidak memberikan izin untuk merilis game baru milik para pengembang.

Tidak hanya itu, pemerintah juga membatasi durasi anak dan remaja di bawah umur untuk bermain game. Tencent juga menyebutkan semua lini bisnis periklanan sedang sulit hingga kuartal kedua dengan menyebutnya lingkungan pasar yang sulit.

Dalam konferensi pers Presiden Tencent, Martin Lau mengungkapkan bahwa mereka telah melihat dari adanya pemberian bantuan hingga tingkat yang paling senior. Akan tetapi dalam pelaksanaan dan penerapannya dapat berdampak langsung pada industri bisnis ini yang memerlukan waktu .

Vey Sern Ling selaku analis senior dari Union Bancaire Privee mengatakan layaknya perusahaan lain yang masih aktif di luar Tingkok, dibuka kembali aktivitas di ruang public bisa berdampak langsung pada industri game.

Dia juga menambahkan, setidaknya pertumbuhan masih melemah hingga tahun ini namun di pertengahan tahun ini Tencent memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik dari kondisi saat ini.