Lima Dampak Activision Blizzard Diakusisi Microsoft

Persaingan antara Microsoft dengan SONY Playstation telah berlangsung lama sekali. Dalam memperebutkan hati para gamer di dunia, mereka selalu memberikan game konsol yang keren dan esklusif.

Microsoft menyadari betul keunggulan Playstation pada sejumlah game eksklusif yang ada hanya pada konsolnya. Mereka juga menyadari untuk melawan SONY Playstation bisa melalui layanan service­-nya yang di nilai merupakan kelemahan terbersarnya.

Oleh karena itu, Microsoft selalu berusaha meningkatkan setiap layanan service untuk para pengguna Xbox dengan berbagai fitur unggulan. Salah satu fiturnya yaitu Xbox Game Pass dimana pengguna Xbox Series X|S dapat memainkan 100 game lebih dan mencakup Xbox One dan Xbox 360.

Dalam memperluas dan meningkatkan layanan servicenya, Microsoft telah menghabiskan dana yang tidak sedikit dalam membeli banyak perusahaan game. Sebanyak USD 7,5 miliar yang setara dengan Rp. 108 triliun telah digunakan untuk membeli Zenimax Media dan juga Bethesda yang merupakan publisher game ternama.

Tidak hanya itu saja, yang terbaru perusahan teknologi yang terletak di Redmond, USA ini telah mengakusisi Activision Blizzard dengan menghabiskan USD 69 miliar atau setara hampir Rp. 1000 triliun. Ini merupakan akusisi terbesar sepanjang sejarah dunia teknologi yang dilakukan oleh Microsoft.

Selanjutnya, apakah dampak yang ditimbulkan dari akusisi Microsoft terhadap Activision Blizzard ? Yuk di simak bersama.

  1. Diawasi Department of Justice Antitrust Division

Lewat departemen kehakiman dan komisi perdangan akan siap mengawasi Microsoft untuk mendeteksi dan mencegah setiap transaksi antipersaingan yang ada. Sebanyak 38% saham Activision telah melonjak akibat akusisi yang dilakukan oleh perusaahaan Bill Gates tersebut.

Hal ini membuat kekhawatiran tersendiri bagi para investor dikarenakan saham Microsoft relative tidak ada peningkatan berarti saat pengakusisian.

  1. Bobby Kotick Selaku CEO Akan Keluar Dari Perusahaannya

Saat pengakusisian berlangsung, pengumuman yang diberikan oleh Microsoft dimana saat kesepakatan telah tercapai Activision Blizzard akan melapor ke CEO, Microsoft Gaming yaitu Phil Spencer. Hal ini membuktikan Bob Kotick akan keluar saat kesepakatan dengan Microsoft telah diselesaikan.

Namun, masih belum ada kejelasan lantaran setelah merger apakah Kotick akan keluar atau bertahan dengan posisi lain.

Apabila Hotick keluar tentunya bisa menjadi berita baik bagi karyawan Activision Blizzard. Hal ini dikarenakan Kotick telah lumayan lama jadi pihak yang jadi kontroversi lantaran tuduhan pencabulan yang telah terjadi pada perusahaannya.

Berdasarkan laporan yang diberitakan The Wall Street Journal tentang bagaimana cara Kotick dalam mengatasi pelecehan yang telah terjadi pada perusaahaanya. Dalam laporan tersebut Kotick bukan hanya saja mengetahui tindak pelecehan tapi juga melindungi pegawainya yang di tuduh sebagai pelaku pelcehan tersebut.

Hingga saat ini, kasus hukum masih berjalan terkait kasus pelecehan yang terjadi di Activision Blizzrad dan tidak sedikit yang telah melayangkan protes kerasnya.

  1. Layanan Xbox Game Pass Jadi Makin Banyak

Saat pertama dirilis sudah 100 lebih game dapat dimainkan dan ini mencakup Xbox One dan Xbox 360 yang tentunya bisa memberikan kepuasan dalam bermain game. Dengan game yang akan ditambahkan tiap bulannya menambah daftar game yang dapat dimainkan.

Jadi bagi pengguna yang berlangganan dapat merasakan langsung memainkan sebuah game saat hari pertama dirilis. Apalagi setelah Microsoft sudah mengakusisi Activision, semakin banyak saja game pada layanan Xbox Game Pass yang dapat dinikmati.

  1. Game Mobile Bakal Dimiliki Microsoft

Seperti yang diketahui bersama, Microsoft selama ini berfokus pada game konsol Xbox dan PC tanpa memperhatikan industri game mobile. Lain halnya dengan Activision yang telah mempunyai pengalaman dalam membuat game mobile seperti Call of Duty Mobile.

Game ini cukup populer di kalangan gamer mobile baik pengguna iOs atau pun Mobile. Tidak hanya itu saja, Ada game lain yang ke populerannya sedang meningkat.

Hearthstone bisa jadi awal mula Microsoft dalam merambah dunia mobile gaming yang sekarang ini sedang popular dimainkan. Ada juga Crash Bandicoot yang kepopulerannya sudah tidak perlu di pertanyakan lagi. Sudah banyak gamer yang menantikan kejayaan game ini dapat terulang lagi pada saat ini.

  1. Meningkatnya Penjualan Xbox Game Pass

Xbox Game Pass merupakan ujung tombak layanan servise yang dapat diberikan demi dapat bersaing dengan kompetitor layanan service game lainnya. Layanan yang jadi favorit banyak orang ini mempunyai harga yang relative lebih murah dibanding para pesaingnya.

Dengan harga USD $9,99/bulan sudah dapat menikmati Xbox Game Pass dan untuk layanan Ultimate dengan harga USD $14,99/bulan. Tapi jangan khawatir, karena ada promosi dan diskon yang bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan setiap pengguna.

Pembelian untuk beberapa bulan juga bisa dilakukan dengan membeli kode layanan yang tersedia di beberapa lokasi. Dengan 25juta pengguna Xbox Game Pass tentunya bisa meningkatkan penjualan Xbox Game Pass.