Loot Box – Tidak Disetujui 18 Negara

Adanya loot box atau gatcha yang terdapat di video game masih jadi perbincangan hangat di berbagai negara. Akan tetapi ada sejumlah negara di Eropa yang menganggap loot box adalah fitur yang bisa jadi masalah yang serius.

Menurut Dewan Konsumer Norwegia (NCC) telah mengungkapkan bila industri game sudah melakukan eksploitasi konsumen dengan loot box. Hal ini juga didukung 20 Grup Konsumer yang tersebar di 18 negara di Eropa.

Negara yang mendukung NCC terkait loot box diantaranya Belanda, Austria, Denmark, Bulgaria, Italia, Islandia, Latvia, Jerman, Peranci, Portugal, Polandia, Republik Ceko, Spanyol, Swiss, Slovenia, Swedia dan Yunani.

Direktur Kebijakan Digital dari NCC, Finn Mystad mengungkapkan bila sistem predator terdapat dalam pengoperasian loot box dikarenakan bisa membuat kecanduan para penggunanya.

Ditambah mekanisme yang digunakan loot box dan gatcha ini menargetkan kelompok pengguna yang rentan. Oleh karena itu, mereka memungkinkan untuk bisa di eksploitasi serta tunduk dengan mekanisme yang telah digunakan pada game tersebut.

Dalam dokumen resminya, NCC telah menganggap loot box dalam Raid: Shadow Legends dan FIFA 22 yang dijadikan sebagai kasus yang telah terjadi. Mereka menganggap bila kedua game tersebut telah menggunakan berbagai jenis trik nuntuk dapat meningkatkan penjualan mereka pada para gamers yang memainkannya.

NCC juga menerangkan kedua game telah mengeksploitasi pemainnya untuk dapat menghabiskan waktu serta uang yang mereka miliki dengan sebanyak-banyaknya. Hal tersebut dilakukan dengan pemberian hadiah kepada pemainnya walaupun peluang untuk bisa mendapatkannya sangat kecil.

Dari laporan yang didapatkan, loot box biasanya terlibat dalam eksploitasi para penggunanya berupa:

  • Eksploitasi lewat desain yang menipu..
  • Marketing yang terlalu agresif dalam meningkatkan penjualan pada tiap kesempatan.
  • Pemaparan transparansi yang tidak sesuai kenyataan yang cenderung menipu konsumenya dengan sulitnya menghitung kemungkinan menang dan kalahnya.
  • Penggunaan probabilitas dan alogaritma yang kurang dimengerti.
  • Memanfaatkan lapisan dari mata uang virtual dalam menutupi ekploitasi uangnya dunia nyata
  • Tarif layanan premium yang mahal serta harus ‘grinding’ tiada kahir
  • Memiliki risiko kehilangan konten kapan pun
  • Target loot bot untuk dimanipulasi yaitu anak-anak

NCC berharap pihak berwajib Uni Eropa dan tiap negara yang mendukung bisa mendahulukan investigasi kepada loot box. Hal ini bukan tanpa alasan melihat sejumlah konsumen dan pasar yang telah terpengaruh oleh loot box sangatlah besar.

Ada sejumlah tindakan yang dicekal oleh NCC diantaranya pelarangan pada desain konten yang menipu, perlindungan terhadap anak di bawah umur, serta transaksi yang terbuka. Mereka juga meminta agar pihak berwenang dan pelaku industri bisa memberikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para pemainnya.

Perilisan Diablo Immortal Trancam Batal karena Loot Boc

Setalah mengalami perjalanan yang cukup panjang sejak tahun 2018, Diablo Immortal segera dirilis dalam waktu dekat. Namun, sangat disayangkan walaupun akan dirilis diseluruh dunia, masih ada sejumlah negara yang tidak bisa menikmati game ini.

Belgia dan Belanda merupakan dua negara yang tidak bisa  emdnapatkan perilisan Diablo Immortal. Bermula dari tampilan pra-registrasi game Diablo Immortal yang telah muncul di Google Play dan juga App Store.

Tidak berlangsung lama terjadi penghapusan lantaran adanya pengecualian dalam perilisan yang terkait dengan sistem loot box yang terdapat dalam game tersebut. Belgia dan Belanda merupakan bagian dari sejumlah negara yang sangat ketat dalam permasalahan perjudian digital seperti yang terdapat di loot box dengan pemberian hadiah secara acak.

Respon Blizzard Terkait Loot Box

Blizzard akhirnya buka suara terkait hal ini dalam pengumumannya di forum Reddit Diablo yang menyatakan tidak akan merilis pada dua negara tersebut hingga peraturan mengenai masalah perjudian telah diubah.

Gamers asal Belanda dan Belgia telah merasakan adanya aturan yang ketat dari negaranya tersebut. Meskipun terdapat celah lain yang dapat dieksploitasi oleh gamers namun hal tersebut nyatanya telah ditutup baik dari pihak Blizzard maupun pihak pemerintah dari dua negara tersebut.

Adanya peraturan dimana warga negara Belanda dan Belgia dilarang untuk download game dari negara lain. Apabila download dan install Diablo Immortal telah sukses mereka lakukan, hanya butuh waktu Blizzard akan menjatuhkan banned pada pemain tersebut saat berhasil masuk ke dalam game.

Aturan yang telah dijalankan Belanda dan Belgia tentang pembatasan perjudian telah berlangsung dari tahun 2018. Semenjak itu, publisher game seperti Blizzard sudah tidak menjual loot box pada negara tersebut.

Tidak hanya Blizzard, perusahaan game besar seperti Konami, Electronic Arts dan Nintendo sudah tidak menjual loot box milik mereka pada Belgia dan Belanda.

Blizzard yang mengecualikan Belanda dan Belgia sepertinya agak sedikit menjadi pertanyaan. Hal ini lantaran pada tahun 2022, pemerintah Belanda sudah membatalkan sanksi berupa denda pada Electronic Arts atas penjualan loot box pada FIFA 21.

Menurut hukum perjudian terbaru yang berlaku di Belanda telah menerangkan bila produk utama merupakan aspek utama maka membutuhkan lisensi perjudian, namun berbeda dengan FIFA yang hanya sebagai unsur tambahan.

Dari kasus FIFA terkait loot box yang terdapat di dalam Diablo Immortal masih masuk dalam unsur tambahan, melihat dari hal tersebut Diablo Immortal seharusnya masih bisa dirilis di Belanda atau Blizzard memilih untuk tidak mengambil risiko dengan tidak merilis game miliknya di negara Belanda dan Belgia.