Netflix Melirik Game dan Iklan Untuk Bisa Bersaing

Pelanggan Netfix diperkirakan terus mengalami penurunan hingga mereka melirik game dan iklan untuk bisa bertahan. Game dan iklan menjadi salah satu yang difokuskan untuk bisa bertahan mengingat Netflix telah kehilangan 200 ribu pelanggannya.

Dari laporan keuangan terakhir, Netflix telah kehilangan 700 ribu pelanggan saat memberikan sanksi atas Rusia walaupun sempat mengalami penambahan 500 ribu orang pelanggan.

Angka yang didapatkan dirasa masih kecil dibandingkan prediksi Netflix yang mencapai 2,5 juta orang. Tidak itu saja, pada kuartal ke 2 tahun 2022, diperkirakan mereka mengalami penurunan pelanggan sebanyak 2 juta orang.

Netflix sendiri mempunyai mengalami penurunan pelanggan dikarenankan memiliki pesaing-pesaing yang kuat berupa studio film yang besar yang memiliki platform streaming untuk film milik mereka. Studio film yang besar diantaranya HBOX Max, Disney+, dan Paramount+ yang telah dirilis.

Dengan studio film besar yang memiliki platformnya sendiri untuk memberikan layanan streaming, tentunya film garapan mereka akan ditampilkan pada platform mereka masing-masing. Netflix makin kehilangan konten dalam menyediakan film-film untuk di tayangkan apalagi Netflix juga harus bersaing dengan layanan streaming seperti VIU pada daerah Asia dan Viaplay daerah Eropa Utara.

Penurunan jumlah pelanggan merupakan kabar buruk yang harus dirasakan Netflix karena besar biaya langganan per bulannya merupakan kontribusi terbesar sebanyak 99,4% dari penghasilan Netflix. Apabila Netflix mengalami penurunan pada pelanggannya tentunya akan berdampak langsung pada pendapatan mereka oleh karena itu mereka mulai melirik industri game.

Netflix Serius Terjun Ke Industri Game

Sejak Juni 2021, Netflix mulai melirik dunia game dengan bekerja sama dengan Next Game yang merupakan pengembang asal Finlandia. Kerja sama tersebut menghasilkan mobile game Stranger Things.

Pada November 2021, awalnya ada lima game yang telah dirilis di aplikasi Netflix yang bisa dimainkan dan dapat dengan mudah diakses oleh pelanggan tanpa harus keluar dari aplikasi. Secara berkala, Netflix akan menambahkan game pada aplikasi mereka.

Hal ini bertujuan agar mereka bisa lebih nyaman saat menggunakan aplikasi tersebut tanpa harus keluar untuk melakukan hal lainnya seperti game dan sosial media.

Daya tarik pada Netflix sepertinya sudah mulai menurun khususnya bagi kaum muda yang dilihat dari data Ampere Analysis pada 2021. Dari data tersebut terlihat pelanggan dengan umur 18-24 tahun tidak mengalami perubahan justru cendrung mengalami penurunan.

Menurut Richard Broughton selaku Research Director dari Ampere Analysis mengungkapkan orang-orang dengan umur antara 18-24 tahun mulai beralih pada layanan streaming pada platform lain khususnya platform dari studio film besar dan aplikasi media sosial seperti TikTok.

Padahal sudah sejak lama Netflix bersaing dengan industri game karena dinilai merupakan pesaing terberatnya namun karena tidak bisa menang melawan game akhirnya mereka pu ikut terjun dalam industri tersebut.

Dengan menyediakan game pada aplikasinya, mereka mencoba hal baru yang tidak dapat ditemui pada aplikasi layanan streaming serupa hingga menjadi suatu keunggulan baginya. Netflix juga mengungkapkan saat membuat game, mereka ingin semua golongan dapat menikmati game tersebut tanpa melihat pemain lama atau baru dalam dunia game.

Netflix juga menggaris bawahi bahwa para pelanggan bisa bermain game yang ada di aplikasi tanpa harus melihat iklan ataupun dikenakan biaya tambahan. Dengan total pelanggan yang mencapai 200 juta orang, Netflix bisa memperkenalkan lebih luas tentang layanan game berlangganan yang mereka miliki.

Yang jadi masalah sekarang ini yaitu perusahaan game besar kini telah menerapkan layangan berlangganan untuk game yang mereka miliki. Sebut saja Playstation Plus dari Sony dan juga Game Pass dari Microsoft. Walaupun begitu, game menjadi fokus yang akab dikembangkan Netflix pada tahun ini.

Dengan keseriusannya dalam menggarap game diperkirakan akan merilis 50 mobile game pada tahun ini. Dengan mengakusisi tiga studio games seperti Next Games, Entertainment, Nught School Studio dan Boss Fight.

Tujuan dari akusisi beberapa studio game yaitu untuk menciptakan hubungan antara konten film yang pelanggan lihat dengan game yang telah dibuat dan mencapai keselarasan. Oleh karena itu, Netflix mungkin akan adaptasikan game ke dalam film baik seri TV ataupun animasi.

Netflix telah mengadaptasikan beberapa game menjadi animasi ataupun seri TV diantaranya Arcane dari League of Legends, witcher, Castlevania dan Dragon’s Blood dari Dota 2.

Dosen bisnis game dari NYU Stern School of Business, Josst cab Dreunen mengatakan keputusan yang Netflix ambil dalam industri game telah membuktikan bahwa mereka sedang mencari sumber penghasilan selain dari layanan streaming film yang telah tersedia.

Dengan merilis mobile game dan seri TV dari Exploding Kittens menjadi bukti bila Netflix sedang mencoba sesuatu yang baru walaupun dinilai bukan keputusan yang dapat menyelamatkan mereka dari persaingan.

Iklan Menjadi Pilihan Yang Akan Digunakan

Reed Hastings selaku Co-founder dan CEO Netflix mengungkapkan dari penurunan jumlah pelanggan mengharuskan Netflix untuk mencari sumber pemasukan baru berupa iklan. Ia sendiri merasa tidak nyaman akan implementasi iklan karena sistemnya yang rumit dan lebih menyukai sistem langganan yang simple.

Menurutnya pelanggan berhak menentukan dalam memilih sistem berlangganan yang akan mereka terapkan karena tentunya akan lebih murah bila mereka rela mengkonsumsi iklan saat ingin menonton film. Akan tetapi tenang saja bagi para pelanggan Netflix sekarang ini karena sistem iklan ini baru akan diterpakan satu hingga dua tahun kedepan.

Tentunya dengan adanya sistem iklan ini bisa bisa membuat para pelanggan menjadi rishi dan terganggu yang dapat membuat mereka tidak nyaman. Apalagi selama ini dya tarik terbesar Netflix bagi pelanggannya karena ketiadaan iklan saat menggunakan layanannya.

Namun ada data yang menarik yang didasarkan dari survei yang dilakukan pada Desember 2021 oleh Forrester, sebanyak 44% orang dewasa di USA tidak mempermasalahkan apabila harus mengkonsumsi iklan apabila mereka mendapat biaya yang lebih murah.